MAKALAH KONSEP DASAR GENDER DAN SEKS




KONSEP DASAR GENDER DAN SEKS
Makalah
Di Susun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Islam Dan Kesetaraan Gender
Dosen Pengampu : Dra. Hj. Jauharotul Farida, M.Ag.





Di Susun Oleh:
Wisda Amelia Sheila Majid
(131111088)
Ahmad Kharir
(1401016092)
Alfiana Safitri
(1401016074)


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
I.                   PENDAHULUAN
Gender dalam sejarah pemikiran manusia tentang ketidakadilan social di anggap suatu analisis baru, dan mendapat sambutan akhir-akhir ini, dibandingkan dengan analisis social lainnya, sesungguhnya analisis gender tidak kalah mendasar. Analisi gender sebagaimana layaknya teori social lainnya seperti analisi kelas, analisis kebudayaan, dan analisis wacana merupakan alat analisi untuk memahami realitas social. Di samping itu analisi gender membantu memahami bahwa pokok persoalannya adalah sistem dan struktur yang tidak adil, dimana baik laki-laki maupun perempuan, menjadi korban dan mengalami ketidakadilan gender tersebut. Kaum perempuan mengalami dehumanisasi akibat ketidakadilan gender sementara kaum lelaki mengalami dehumanisasi karena melanggengkan penindasan gender.
            Untuk memahami masalah kaum perempuan maka perlu dibedakan antara seks dan gender. Uraian berikut ini akan mengupas konsep gender dan jenis kelamin beserta bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender yang terjadi dalam masyarakat. Dengan pemahaman kedua konsep tersebut akan memudahkan pembaca dalam melakukan analisis ketidakadilan gender yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.



II.                RUMUSAN MASALAH
A.    Apa yang dimaksud dengan gender ?
B.     Apa yang dimaksud dengan seks ?
C.     Apa konsep gender dan perbedaan dengan seks?
D.    Apa yang di maksud dengan keadilan dan kesetaraan gender ?






III.             PEMBAHASAN
A.    pengertian gender
Kata gender dalam Bahasa Indonesia di pinjam dari Bahasa Inggris. Kalau dilihat dalam kamus, tidak secara jelas dibedakan pengertian kata seks dan gender. Sedangkan secara Bahasa,  kata gender (baca jender) berasal dari Bahasa Inggris berarti jenis kelamin.[1] Para ahli berpendapat sebagai berikut :
1.      Menurut Mufidah Ch, menjelaskan bahwa gender adalah suatu konsep cultural, berupaya membuat pembedaan (distinction ) dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan karatketistik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.
2.      Hilary M. Li/ps, berpendapat gender adalah sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan.
3.      Mansour Fakih, gender adalah suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara social dan cultural. Sifat gender yang melekat pada perempuan yaitu perempuan dikenal lemah lembut, cantik, emosional, atau keibuan. Sementara laki-laki di anggap kuat, rasional, dan jantan[2].

B.     PENGERTIAN SEKS
Seks adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan secara biologis melekat pada jenis kelamin tertentu. Seks berarti perbedaan laki-laki dan perempuan sebagai makhluk yang secara kodrati memiliki fungsi-fungsi organisme yang berbeda. Dalam arti perbedaan jenis kelamin, seks mengandung pengertian laki-laki dan perempuan terpisah secara biologis. Laki-laki memiliki fisik yang kuat, otot yang kuat, memiliki jakun, bersuara berat, memiliki penis, testis, sperma, yang berfungsi sebagai alat reproduksi dalam meneruskan keturunan, perempuan dan laki-laki memiliki ciri yang berbeda. Perempuan memilki hormon yang bebeda dengan laki-laki, sehingga terjadi menstruasi, perasaan yang sensitive, serta ciri-ciri fisik  dengan postur laki-laki , seperti bentuk pinggul yang besar dari laki-laki, mempunyai payudara, vagina, rahim, suara halus, dan kulit halus.[3]

C.     PERBEDAAN ANTARA GENDER DAN SEKS
No.
Karakteristik
Seks
Gender
1.
Sumber pembeda
Tuhan
Manusia (masyarakat)
2.
Visi, misi
Kesetaraan
Kebiasaan
3.
Unsur pembeda
Biologis ( alat reproduksi )
Kebudayaan (tingkah laku)
4.
Sifat
Kodrat, tertentu, tidak dapat dipertukarkan
Harkat martabat dapat dipertukarkan
5.
Dampak
Terciptanya nilai-nilai kesempurnaan, kenikmatan, kedamaian,dll. Sehingga menguntungkan kedua belah pihak.
Terciptanya norma-norma/ketentuan tentang “pantas” atau “tidak pantas”. Laki-laki pantas menjadi pemimpin, perempuan pantas dipimpin dll.sering merugikan salah satu pihak, kebetulah adalah perempuan.
6.
Keberlakuan
Sepanjang masa, dimana saja, tidak mengenal pembedaan kelas.
Dapat berubah, musiman dan berbeda antara kelas.






D.    KONSEP GENDER DAN SEKS
Gender sejak dua dasa warsa terakhir telah menjadi Bahasa yang memasuki setiap analisis social menjadi pokok bahasan dalam wacana perdebatan mengenai perubahan social serta menjadi topic penting dalam setiap perbincangan mengenai pembangunan. Namun apa sesungguhnya yang dimaksud dengan gender dan mengapa dikaitkan dengan usaha emansipasi kaum perempuan  ? berikut ini penjelasan mengenai konsep gender.
Pertama, karena sesungguhnya tidak ada gender dalam Bahasa Indonesia. Dalam kamus Bahasa Inggris, tidak secara jelas dibedakan artinya antara kata “sex dan gender” keduanya diartikan sebagai jenis kelamin. Kedua, perlu uraian jernih tentang kaitan antara konsep gender dengan sistem ketidakadilan social secara luas. Maka perlu uraian kaitan antara konsep gender dengan kaum perempuan yang hubungannya dengan persoalan ketidakadilan social lainnya.

Pemahaman dan pembedaan antara konsep seks dan gender sangatlah diperlukan dalam melakukan analisi untuk memahami persoalan-persoalan ketidakadilan social yang menimpa kaum perempuan. Hal ini disebabkan karena ada kaitan yang erat antara perbedaan gender (gender differences) dan ketidakadilan gender (gender inequalities ) dengan struktur ketidakadilan masyarakat secara lebih luas. Dengan demikian pemahaman dan perbedaan yang jelas antara kosep seks dan gender sangat diperlukan dalam membahas masalah ketidakadilan maka sesungguhnya terjadi keterkaitan antara persoalan gender dengan persoalan ketidakadilan social lainnya.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa gender dapat diartikan sebagai konsep social yang membedakan (dalam arti memilih atau memisahkan) peran antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan fungsi peran antara laki-laki dan perempuan itu tidak ditentukan karena antara keduanya terdapat perbedaan biologis atau kodrat, tetapi dibedakan atau dipilah-pilah menurut kedudukan, fungsi, dan peranan masing-masing dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. [4]

E.     KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER
Masyarakat adalah suatu kesatuan yang berbentuk kelompok besar yang menciptakan perilaku pembagian gender untuk menentukan berdasarkan apa yang mereka anggap sebagai keharusan, untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan. Keyakinan pembagian itu selanjutnya di alih wariskan kepada generasi penerus dengan melewati proses, negosiasi, resistensi maupun domonasi sehingga lama kelamaan pembagian gender tersebut dianggap alamiah, normal dan kodrat. Apabila mereka melanggar dianggap tidak normal dan melanggar kodrat.
Factor yang perlu dihilangkan dari presepsi masyarakat luas tentang gender yang yang dikonstruksikan secara social dan budaya. Manifestasi ketidakadilan gender tersosialisasi kepada kaum laki-laki dan perempuan secara mantap yang mengakibatkan ketidakadilan tersebut merupakan kebiaasaan masyarakat tentang memahami gender.
Perlu adanya usaha yang harus dilakukan untuk mencapai keadilan dan kesetaraan gender, bukan hanya dari individu namun harus secara bersama dan bersifat institusional, utamanya yaitu pihak-pihak yang memiliki wewenang kekuasaan dan memegang peranan dalam proses pembentukan gender. Sehingga perlu perencanaan yang mampu menganalisis perbedaan peran secara kodrati dan peran gender serta mengetahui hal-hal yang dapat diubah ataupun sebaliknya dengan mempertimbangkan proses perencanaan. Seperti pembagian kerja berdasarkan gender dan karakteristik psikologis laki-laki dan perempuan, dari prosentase data dilapangan perempuan yang bekerja di sector public berada di bawah laki-laki. Misalnya penempatan dokter perempuan, pejabat pengambil keputusan, maupun dibidang jasa serta manufacture lainnya.
Secara pandangan ilmu social, perempuan yang bekerja merupakan salah satu bentuk mobilitas social perempuan. Seperti perkawinan dan pekerja pabrik. Sedangkan ketidakadilan perlu adanya perubahan dari beberapa factor seperti marjinalisasi, subordinasi perempuan, streotipi atas pekerjaan perempuan, kekerasan terhadap perempuan serta adanya beban kerja yang lebih berat.[5]


IV.             KESIMPULAN
Gender merupakan perbedaan peran, fungsi, tanggung jawab, harapan, dan karakteristik, feminitas, dan maskulitas, antara laki-laki dan perempuan hasil konstruksi social. Contohnya : keluarga, media massa, tempat kerja, interpretasi, agama, sekolah, Negara dan masyarakat. Sedangkan seks merupakan pembagian jenis kelamin yang ditentukan secara biologis melekat pada jenis kelamin tertentu. Seks berarti perbedaan laki-laki dan perempuan sebagai makhluk yang secara kodrati memiliki fungsi-fungsi organisme yang berbeda.
Perbedaan secara biologis gender dan seks secara biologis :
1.      Primer (pria)     : Penis, buah zakar, prostat, kromosom xy, sprema.
Sekunder           : Bulu dada, jakun, suara berat, berkumis.
2.      Primer (wanita): Vagina, payudara, rahim, menstruasi, kromosom xx, ovarium, ovum.
Sekunder            : Kulit halus, suara halus, dada besar.
Konsep gender (jenis kelamin social) merupakan pembela untuk laki-laki dan perempuan dalam hal sifat, peran, fungsi dan posisi berdasarkan jenis kelaminnya yang dipengaruhi oleh buadaya, penafsiaran agama, sistem pendidikan, sistem ekonomi, poliik, hukum. Sedangkan konsep seks ( jenis kelamin dalam budaya masyarakat yang sering disebut kodrat ) merupakan sesuatu yang tidak dapat berubah, meskipun dilakukan operasi.
Dari setiap perbedaan dari seks dan gender menimbulkan beberapa prespektiv sehingga perlu pemahaman yang lebih mendalam, sehingga keadilan dan kesetaraan gender bisa berkembang seperti mestinya dan bukan anggapan buruk lagi serta memudahkan seorang wanita untuk mengembangkan mobilitasnya sesuai dengan kemampuannya.


V.                DAFTAR PUSTAKA
·         Fakih, Mansur, Analisa Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2007.
·         Ridwan, Kekerasan Berbasis Gender, Purwokerto: Pusat Studi Gender (PSG), 2006. 
·         Handayani, Trisakti dan Sugiarti, Konsep dan Tehnik Penelitian Gender, Malang: UUM Press, 2006.







[1] Fakih, Mansur, Analisa Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2007.hal :7.
[2] Ridwan, Kekerasan Berbasis Gender, Purwokerto: Pusat Studi Gender (PSG), 2006. Hal: 16.

[3] Handayani, Trisakti dan Sugiarti, Konsep dan Tehnik Penelitian Gender, Malang: UUM Press, 2006. Hal: 4.

[4] Handayani, Trisakti dan Sugiarti, Konsep dan Tehnik Penelitian Gender, Malang: UUM Press, 2006. Hal : 3-5.

[5] Handayani, Trisakti dan Sugiarti, Konsep dan Tehnik Penelitian Gender, Malang: UUM Press, 2006.hal: 10-18.

Komentar

  1. MGM National Harbor, Hanover, Virginia - Mapyro
    Property Location With a stay at MGM National Harbor in Hanover (Hanover), you'll be convenient to Harrah's 영천 출장마사지 in Hanover, VA and within two 김천 출장안마 hours of other  Rating: 8.2/10 · ‎1,886 부천 출장안마 reviews 충청남도 출장마사지 · 안성 출장마사지 ‎Price range: $$

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH BIDANG DAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING

MAKALAH DAULAH BANI UTSMANIYAH

MAKALAH PERANAN AKAL DAN WAHYU MENURUT MUKTAZILAH DAN ASWAJA